Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Yang Ketat, UNSIL Mengawali UTBK Tahun 2020

Di tengah Pandemi Covid-19, Pusat UTBK Universitas Siliwangi mengawali pelaksanaan UTBK-SBMPTN dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat. Bekerjasama dengan Gugus Tugas Penanggulangan Pandemi Covid-19 Kota Tasikmalaya, baik petugas, panitia dan seluruh peserta melalui beberapa tahapan Protokol Kesehatan, mulai dari pengecekan suhu tubuh, kelengkapan APD, dan Surat keterangan Sehat (bagi yang berasal dari zona merah covid-19), agar dapat memasuki lingkungan Kampus Universitas Siliwangi dan mengikuti UTBK.
Setiap peserta diharuskan mencuci tangan sebelum memasuki ruang ujian, dan penempatan kursi peserta diberi jarak sebagai penerapan social distancing. Para petugas dan pengawas UTBK dibekali masker, hand glove, dan face shield selama bertugas dan tes berlangsung. Selain itu, Pusat UTBK Universitas SIliwangi juga menyiapkan petugas medis, dan sarana penanganan medis lainnya untuk mengantisipasi peserta yang mengalami masalah kesehatan selama mengikuti ujian, baik yang terindikasi covid-19 maupun penyakit lainnya.
Pada pelaksanaan UTBK hari pertama ini sempat diwarnai kendala sistem (aplikasi ujian) dari pusat, sehingga mengakibatkan keterlambatan selama kurang lebih 45 menit, namun setelah itu proses ujian berlangsung normal dan lancar. UTBK kali ini dilaksanakan dalam 2 sesi, mulai pukul 09.00 dan 14.00, dengan masing-masing sesi berjumlah 245 peserta yang terbagi dalam 13 ruang ujian.
Berdasarkan Berita Acara Verifikasi Pengunggahan Hasil Ujian dari Pusat Validasi UTBK 2020 LTMPT, dari total 490 peserta yang terdaftar mengikuti UTBK hari pertama tercatat yang hadir sebanyak 475 peserta, dan yang tidak hadir sebanyak 15 peserta. Tahun ini secara keseluruhan terdaftar sejumlah 8.489 peserta yang akan mengikuti UTBK di Universitas Siliwangi hingga tanggal 29 Mei 2020.

X