Sistem Vertikultur Sebagai Solusi Optimalisasi Lahan Pekarangan Yang Sempit Di Dusun Palasari

Menurut data Balitbang Pertanian, ada 10 juta Ha lahan pekarangan atau sekitar 14% dari keseluruhan lahan pertanian di Indonesia merupakan lahan pekarangan. Ini menunjukkan bahwa lahan tidur di Indonesia masih banyak yang belum termanfaatkan, salah satunya lahan pekarangan. Lahan pekarangan yang lebih mudah diberikan perlakuan dirasa cukup tepat sebagai pilihan alternatif penyediaan lahan untuk kebutuhan bertani. Lahan pekarangan dianggap sangat strategis untuk dijadikan tempat tumbuh tanaman pangan keluarga, tanaman obat keluarga, serta sumber keindahan potret alam melalui tanaman hias.
Warga yang ada di Dusun Palasari Desa Sukahurip Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis mayoritas mempunyai lahan pekarangan yang sempit dengan sebagiannya sudah dimanfaatkan untuk menanam tanaman hortikultura. Tanaman yang biasanya dibudidayakan menggunakan polibag di lahan pekarangan ialah bawang kucai, pakcoy, bayam, cabe rawit, tomat, bawang daun, sledri, dan selada. Pengetahuan mengenai pemanfaatan lahan pekarangan dengan menggunakan sistem menanam di polibag serta pengetahuan mengenai konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) didapat dari Program KKN Universitas Galuh 2019. Ilmu yan diberikan mahasiswa KKN Universitas Galuh 2019 terkait Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) tentu sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga khususnya hortikultura namun dengan keterbatasan program yang dilakukan masih banyak aspek yang belum tersampaikan seperti sistem vertikultur serta penataan tanaman yang memiliki tematik.


Berlandaskan kondisi masyarakat yang sudah mengetahui terkait Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) serta didorong keinginan kuat untuk mengetahui lebih banyak terkait Kawasan Rumah Pangan Lestari sistem vertikultur mahasiswa KKN Sukahurip Universitas Siliwangi Tahun 2020 mengadakan percontohan penataan tanaman yang sistematik juga menanam sistem vertikultur di sati rumah warga Dusun Palasari milik Bu Ipah. Mahasiswa bersama masyarakat membuat rancangan penataan tanaman secara sistematik yang mengatur posisi tanaman obat, tanaman hias, serta tanaman hortikultura juga membuat wajah baru dengan memanfaatkan sampah botol air mineral 1,5 liter untuk dijadikan pot tanam sistem vertikultura.
Dalam optimalisasi lahan pekarangan yang sempit dengan sistem vertikultur mahasiswa bersama masyarakat juga memanfaatkan botol bekas air mineral yang dimiliki bank sampah sebagai pengumpul dan pengelola sampah di Dusun Palasari. Tanaman yang dibudidayakan pada media botol bekas air mineral merupakan portulaca atau bunga pukul sembilan. Tanaman ini merupakan tanaman hias yang memiliki kemungkinan hidup tinggi dan teknik perbanyakan yang mudah yakni dengan cara disetek. Sebetulnya selain menjadi tanaman hias portulaca juga bisa digunakan sebagai tanaman pangan. Tanaman yang beasal dari Amerika Selatan ini memiliki manfaat sebagai obat untuk sakit tenggorokan, menyembuhkan bisul dan koreng, menyembuhkan sakit hepatitis, sakit kepala, mencegah penyakit hipertensi, menyembuhkan gangguan pencernaan, mengatasi rasa nyeri pada persendian dan rematik, obat memar dan ruam kulit.


Pekarangan biasanya menjadi lahan yang kurang dioptimalkan oleh masyarakat, di Dusun Palasari masyarakat memiliki kesadaran memanfaatkan lahan pekarangan melalui transfer ilmu dan pengetahuan dengan mahasiswa KKN Universitas Galuh 2019. Kemudian dilanjutkan KKN Sukahurip Universitas Siliwangi 2020 dengan sistem vertikultur serta membuat penataan tanaman secara tematik di rumah Bu Ipah salah satu warga Dusun Palasari sebagai percontohan. Lahan pekarangan yang biasanya dibiarkan saja atau hanya dihiasi oleh tanaman hias yang kurang penataan perlahan bertranformasi menjadi lahan pekarangan yang ditata dengan berdasarkan tematik (tanaman obat, tanaman hias, tanaman hortikultura) serta dengan sistem vertikultur. Kondisi pekarangan lebih enak dilihat dan lebih memiliki manfaat karena banyak tanaman yang bisa dgunakan untuk kepentingan sehari-hari diantaranya untuk kebutuhan pangan serta obat-obatan keluarga.
 

X