Humas UNSIL – Universitas Siliwangi (Unsil) menyelenggarakan exit meeting bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian akhir dari proses audit kinerja yang dilakukan BPKP untuk menilai efektivitas tata kelola, pengelolaan keuangan, dan pelaksanaan program kerja di lingkungan Universitas Siliwangi. (31/8/2024)
Rektor Universitas Siliwangi, Dr. Ir. Nundang Busaeri, M.T., IPU., ASEAN Eng. membuka pertemuan dengan menyampaikan apresiasi kepada tim BPKP atas pendampingan yang telah dilakukan selama proses audit. Ia menegaskan bahwa Universitas Siliwangi selalu berkomitmen untuk menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas sebagai institusi pendidikan tinggi. “Hasil dari audit ini menjadi refleksi penting bagi kami untuk terus memperbaiki dan meningkatkan tata kelola agar selaras dengan standar nasional,” ujar Prof. Andi.
Ketua Tim Audit BPKP, Hendro Susanto, menyampaikan hasil temuan dan rekomendasi selama proses pemeriksaan. Ia mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil Unsil dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan institusi. “Universitas Siliwangi menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam berbagai aspek tata kelola. Namun, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan agar dapat mencapai standar yang lebih optimal,” ungkap Hendro.
![]() |
Dalam sesi diskusi, para pimpinan unit di Universitas Siliwangi memberikan tanggapan atas rekomendasi yang disampaikan. Beberapa poin tindak lanjut juga dirumuskan sebagai bagian dari langkah strategis untuk menyempurnakan pengelolaan di masa mendatang. Diskusi berlangsung konstruktif, dengan fokus pada kolaborasi untuk mencapai hasil yang terbaik.
Acara ditutup dengan penyerahan laporan hasil audit oleh BPKP kepada pihak Universitas Siliwangi. Exit meeting ini menjadi momentum penting bagi Unsil untuk mengevaluasi diri dan melangkah lebih maju dalam mewujudkan visi sebagai universitas yang unggul, berintegritas, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Pewarta: Humas UNSIL


