Humas UNSIL – Universitas Siliwangi (UNSIL) kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang komprehensif dan setara melalui penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2025. Pada hari kedua pelaksanaan UTBK di Kampus I dan II, UNSIL memberikan perhatian khusus kepada peserta disabilitas, khususnya tunanetra dan pengguna kursi roda, agar mereka dapat mengikuti ujian dengan rasa percaya diri dan kenyamanan yang optimal. (24/04/2025)
![]() |
Koordinator Pelaksana hari ke dua UTBK-SNBT di kampus UNSIL I, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, Drs, M.Kes dan Penanggung Jawab Lokasi Dr. Nani Ratnaningsih, Dra., M.Pd., melakukan briefing kepada pengawas sebelum melaksanakan pengawasan tentang komitmen yang komprehensif dalam memfasilitasi peserta disabilitas di ruang sekretariat UTBK-SNBT Tahun 2025.
Dalam sesi pertama di Kampus I, tercatat 1 peserta tunanetra mengikuti ujian di Laboratorium UPA Bahasa. Peserta tersebut difasilitasi dengan perangkat bantu dengar yang telah disediakan oleh Panitia Pusat UTBK UNSIL. Selain itu, mereka juga didampingi oleh pengawas yang tidak hanya bertugas memastikan integritas pelaksanaan ujian, tetapi juga memberikan dukungan teknis dan emosional agar peserta dapat mengerjakan soal secara optimal tanpa hambatan teknis.
![]() |
![]() |
Upaya serupa juga dilakukan bagi 1 peserta dengan disabilitas fisik yang menggunakan kursi roda. Setelah Tim Medis melakukan pemeriksaan menyeluruh, peserta tersebut mengalami masalah di ankle dan dinyatakan memungkinkan untuk tetap mengikuti ujian. Panitia telah memastikan bahwa aksesibilitas menuju ruang ujian telah disiapkan dengan baik, termasuk kemudahan mobilitas di lingkungan kampus serta kenyamanan dalam ruang ujian. Semua ini merupakan bagian dari strategi yang dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada peserta yang mengalami hambatan dalam proses ujian akibat kondisi fisiknya.
Kesiapan panitia UTBK terlihat dari koordinasi yang intensif dan profesional antara berbagai elemen, termasuk Koordinator Pelaksana, Penanggung Jawab Lokasi, serta Tim Monitoring dan Evaluasi. Sebelum ujian dimulai, para pengawas ruangan terlebih dahulu diberi briefing menyeluruh mengenai tata cara pelaksanaan UTBK dan prosedur khusus bagi peserta berkebutuhan khusus. Sementara itu, sistem keamanan diperkuat dengan pemeriksaan menggunakan metal detector untuk menjamin integritas ujian.
![]() |
Dalam pelaksanaan UTBK kali ini, Universitas Siliwangi memfasilitas peserta disabilitas yang memiliki kesulitan dalam proses pengerjaanya, hal tersebut disampaikan oleh Ginanjar Harja Rukmana, S.Pd. selaku teknisi pada Laboratorium UPA Bahasa “Pada pelaksanaan UTBK hari kedua ada satu peserta tunanetra, dalam proses pengerjaan soal dibantu dengan alat dengar yang telah disediakan oleh Panitia Pusat UTBK UNSIL dan jika ada kesulitan dalam pengerjaan didampingi oleh pengawas ruangan” pungkasnya.
Selain aspek inklusivitas, aspek teknis juga menjadi perhatian utama. Seluruh proses UTBK pada hari kedua berjalan lancar, walaupun ada kendala jaringan, namun dapat diatasi dengan cepat karena kolaborasi erat antara tim teknisi IT dan Panitian Pusat SNPMB. Stabilitas sistem ini turut mendukung kenyamanan peserta dalam mengerjakan soal, termasuk bagi mereka yang membutuhkan dukungan tambahan.
Melalui langkah-langkah tersebut, Universitas Siliwangi menunjukkan bahwa penyelenggaraan UTBK tidak hanya mengedepankan aspek akademik dan teknis, tetapi juga aspek humanistik, yakni dengan memastikan bahwa seluruh peserta, termasuk yang menyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang adil dan setara untuk meraih hasil terbaik.
Pewarta : Humas UNSIL





