Humas UNSIL — Di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce pasca pandemi, muncul persoalan baru: meningkatnya volume sampah dari kemasan belanja online seperti kardus, plastik, dan bubble wrap. Berangkat dari fenomena ini, lima mahasiswa Universitas Siliwangi menghadirkan solusi inovatif bernama Waste to Worth, sebuah platform e-commerce berbasis Generative AI yang berfungsi menghubungkan penyedia limbah dengan pengrajin limbah secara digital.
Tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023 yaitu Dito Fadilah selaku ketua, Indri Julianti, dan Deden Arif Fauzi serta dua mahasiswa Program Studi Informatika angkatan 2023, Rhafi Gunawan Bijaksana dan Iqbal Mutaqin.
Inovasi mereka berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) 2025 yang diselenggarakan oleh Belmawa Kemendiktisaintek RI.
Ketua tim, Dito Fadilah, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari keprihatinan terhadap meningkatnya limbah e-commerce dan belum adanya sistem yang mengelolanya secara berkelanjutan.
“Sekarang pengguna e-commerce semakin meningkat, tapi limbah dari kemasannya juga ikut menumpuk. Saya melihat belum ada platform yang bisa memanfaatkan limbah itu. Di sisi lain, banyak pengrajin yang kesulitan mencari bahan baku, sementara bank sampah bingung mau menyalurkan hasil kumpulannya ke mana. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak dibuat platform yang bisa menghubungkan penyedia dan pengrajin limbah agar saling menguntungkan?” ungkap Dito.
Melalui Waste to Worth, tim berupaya menjembatani kedua pihak tersebut lewat sistem digital berbasis Generative AI, yang membuat proses pencarian, distribusi, dan edukasi menjadi lebih cepat dan cerdas.
![]() |
Platform ini dilengkapi dengan lima fitur utama, yaitu:
- Interactive Chatbot
Chabot AI yang membantu pengguna menavigasi platform, menjawab pertanyaan seputar limbah, memberikan rekomendasi bahan yang sesuai dengan kebutuhan pengrajin, serta menampilkan informasi tentang cara pengelolaan limbah yang tepat.
![]() |
2. Visual Search
Mengenali jenis limbah dan produk daur ulang hanya dari gambar.
![]() |
3. Eco-Impact Tracker
Menampilkan dampak positif pengguna terhadap lingkungan setelah proses transaksi.
4. Community
Ruang kolaborasi antar penyedia dan pengrajin.
![]() |
5. Education — sumber literasi digital tentang pengelolaan limbah berkelanjutan.
Dalam pengembangannya, tim menggunakan berbagai teknologi seperti Vercel untuk hosting, Supabase Pro untuk database, Cloudflare untuk keamanan, dan VPS Hostinger sebagai server utama. Model AI yang digunakan yaitu GPT-5 Mini (OpenAI) dan Gemini Flash 2.5 (Google), yang membantu menjalankan sistem chatbot dan pencarian visual secara optimal.
![]() |
Platform bisa diakses melalui link berikut: https://wasteworthid.com/
Atau scan melalui QR Barcode:
![]() |
Dosen pembimbing, Ir. Alam Rahmatulloh, ST., MT., MCE., IPM., memberikan apresiasi atas ide dan konsistensi tim ini.
“Saya melihat tim ini tidak hanya punya ide yang bagus, tapi juga komitmen untuk mewujudkannya. Waste to Worth ini menarik karena mampu menggabungkan teknologi AI dengan isu lingkungan yang nyata di sekitar kita. Harapannya, platform ini bisa terus dikembangkan dan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pengelolaan limbah yang lebih cerdas dan berkelanjutan” ungkap Ir. Alam Rahmatulloh, ST., MT., MCE., IPM selaku Dosen Pembimbing tim PKM ini.
Dengan inovasi ini, tim berharap Waste to Worth dapat menjadi gerakan baru menuju ekonomi sirkular, membantu pengrajin mendapatkan bahan baku secara efisien, dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang worth it.







