Seleksi kompetensi dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Tahun 2021

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal ini masyarakat kampus, pemerintah berusaha untuk memenuhi setiap sarana dan prasarana yang dibutuhkan termasuk sumber daya yang diperlukan. Salah satu faktor sumber daya yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan pelayanan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia menjadi sangat sentral perannya walaupun di zaman sekarang sudah banyak peran-peran manusia yang digantikan dengan kecanggihan teknologi, tetapi pada banyak peran yang lain, sumber daya manusia tetap memiliki andil yang besar dalam keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi dari sebuah organisasi.

Dibidang pemerintahan, peran tugas dan fungsi pelayanan ini dijalankan oleh aparatur sipil negara (ASN). ASN sendiri terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Keberadaan ASN dalam hal ini akan sangat berpengaruh sekali terhadap proses pelayanan publik yang diberikan. Untuk terlaksananya pelayanan publik yang baik oleh ASN tentunya diperlukan ketersediaan sumber daya yang cukup baik dari sisi jumlah dan dari sisi kompetensinya. Untuk itulah pemerintah berdasarkan peraturan yang ada dan sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh kementerian dan pemerintah daerah mengalokasikan pengadaan rekrutmen ASN baik PNS maupun PPPK melalui mekanisme yang dilaksanakan secara terbuka dan berkeadilan.

Dilingkup Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sendiri, pada Tahun 2021 ini telah mendapat alokasi pengadaan rekrutmen PNS sebanyak 10.447 formasi. Untuk pelaksanaan tes masuk CPNS baik tes seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) berdasarkan surat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dilaksanakan pada beberapa titik lokasi  yang diatur berdasarkan wilayah. Untuk titik lokasi di Jawa Barat, Universitas Siliwangi menjadi koordinasi dari pelaksanaan tes CPNS sekaligus sebagai pihak penyelenggara kegiatan tes selain di Universitas Singaperbangsa Karawang dan Universitas Widiatama Bandung. Pelaksanaan tes SKD di UNSIL sendiri telah dilaksanakan pada tanggal 4-10 Oktober 2021 yang diikuti lebih dari 2800 peserta tes. Tes mulai dilaksanakan setiap hari sejak pukul 06.00 WIB sampai dengan jam 17.10 WIB. Pelaksanaan tes SKD dibagi dalam 4 sesi setiap harinya terkecuali untuk pelaksanaan pada hari jumat yang dilaksanakan hanya 2 sesi dan hari minggu sebanyak 3 sesi. 

Pelaksanaan tes SKD secara simbolis dibuka oleh Rektor UNSIL Prof. Dr. H. Rudi Priyadi, Ir., M.S. tepat sebelum pelaksanaan tes SKD hari pertama dilaksanakan dengan disaksikan oleh Tim dari BKN dan panitia penyelenggara. Selama pelaksanaan tes SKD kegiatan relatif berlangsung lancar dan aman tanpa ada kendala yang berarti baik dari proses tes dengan menggunakan komputer maupun saat pelaksanaan pemeriksaan kelengkapan administrasi. Berdasarkan prosedur tes yang disampaikan BKN dan juga rekomendasi dari Satgas Covid Kota Tasikmalaya, maka selama pelaksanaan tes SKD, peserta diwajibkan untuk melakukan swab antigen/PCR, telah dilakukan vaksinasi baik dosis pertama atau dosis lengkap dan untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan diantaranya dengan memakai double masker, mencuci tangan serta menjaga jarak dengan peserta yang lain. Hal yang sama juga diterapkan pada seluruh panitia pelaksana dengan harapan tetap terjaga kesehatan selama kegiatan berlangsung. Akhirnya, Semoga hasil dari rekrutmen CPNS Tahun 2021 ini akan lahir dan hadir para aparatur negara yang memiliki dedikasi tinggi, berintegritas, jujur dan amanah terhadap tugas dan tanggung jawab yang diembannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
X
X
X
X
X