Tim Medis Siaga Total: UNSIL Pastikan Layanan Kesehatan UTBK SNBT 2026 Berjalan Optimal

Humas UNSIL – Memasuki pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) hari ke-9 pada Rabu, 29 April 2026, tim medis Pusat UTBK Universitas Siliwangi menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung kelancaran ujian, khususnya dalam memastikan kondisi kesehatan peserta tetap terjaga selama pelaksanaan berlangsung.

Tim medis telah menyiapkan pos layanan kesehatan di setiap lokasi ujian yang dilengkapi dengan peralatan medis dasar, obat-obatan, serta fasilitas penanganan pertama untuk kondisi darurat. Layanan ini disiapkan untuk menangani berbagai keluhan peserta, mulai dari kondisi ringan seperti pusing dan kelelahan hingga keadaan yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan bersama panitia UTBK-SNBT dan pihak keamanan kampus guna memastikan respon cepat apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.

Novi Widiyanti dari tim medis Universitas Siliwangi menyampaikan bahwa kesiapan layanan kesehatan telah dirancang secara menyeluruh. “Kami telah menyiapkan pos kesehatan lengkap dengan tenaga medis, peralatan dasar, serta obat-obatan untuk menangani berbagai kondisi, mulai dari keluhan ringan hingga keadaan darurat. Kami juga berkoordinasi dengan panitia dan pihak keamanan agar setiap penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam pelaksanaan UTBK setiap tahunnya, beberapa keluhan kesehatan memang kerap ditemui, meskipun dalam skala ringan. “Beberapa kondisi yang sering terjadi antara lain pusing karena tegang atau kurang istirahat, mual akibat belum makan, serta kecemasan berlebih saat menghadapi ujian,” jelas Novi.

Lebih lanjut, Novi menegaskan bahwa hingga pelaksanaan saat ini, tidak ada peserta yang harus menghentikan ujian akibat kondisi kesehatan. “Seluruh peserta yang mengalami keluhan dapat kami tangani dengan baik sehingga tetap dapat melanjutkan ujian hingga selesai. Ini menjadi salah satu bukti kesiapsiagaan tim medis di lapangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Novi menegaskan bahwa hingga pelaksanaan saat ini, tidak ada peserta yang harus menghentikan ujian akibat kondisi kesehatan. Seluruh peserta yang mengalami keluhan dapat ditangani dengan baik sehingga tetap dapat melanjutkan ujian hingga selesai. Hal ini menjadi salah satu bukti kesiapsiagaan tim medis di lapangan.

Beberapa kejadian di lokasi ujian juga menunjukkan respons cepat tim medis. Pada sesi pagi di Laboratorium Gizi serta sebelumnya di Laboratorium Ekonomi Pembangunan, peserta yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera ditangani, kondisinya membaik, dan tetap dapat menyelesaikan ujian dengan baik..

Untuk itu, tim medis telah menyiapkan prosedur penanganan yang komprehensif. Penanganan diawali dengan pemeriksaan kondisi awal peserta, seperti pengecekan tekanan darah dan tingkat kesadaran, kemudian dilanjutkan dengan pemberian penanganan ringan berupa obat sesuai kebutuhan, air minum, serta waktu istirahat. Jika kondisi peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, tim medis juga telah menyiapkan mekanisme rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sebagai langkah preventif, Novi juga mengimbau peserta untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum mengikuti ujian. “Kami menyarankan peserta untuk sarapan terlebih dahulu, cukup istirahat, dan membawa obat pribadi jika memiliki riwayat penyakit tertentu,” tuturnya.

Selain itu, berbagai upaya antisipasi juga telah dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat. Tim medis menyiapkan alur penanganan yang cepat dan efektif melalui koordinasi dengan panitia dan pengawas lokasi, serta menyediakan mekanisme rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila diperlukan.

 

Pewarta: Humas UNSIL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *