Pelantikan Mahasiswa Baru 2026: UNSIL Perluas Inklusivitas Pendidikan melalui Beasiswa ADik dan KNB

Universitas Siliwangi telah melaksanakan Pelantikan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027. Acara ini diselenggarakan di Kampus 2 Mugarsari yang diikuti oleh 5.319 mahasiswa baru dengan rincian: 165 mahasiswa baru Diploma 3, 64 mahasiswa baru program Diploma 4, 4.889 mahasiswa baru program Sarjana (S1), 160 mahasiswa baru program Magister (S2), 29 mahasiswa baru program Doktor (S3), 9 mahasiswa baru program Sarjana Beasiswa Mahasiswa Adik, 3 mahasiswa baru warga negara asing. Pelantikan tersebut menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya UNSIL menerima mahasiswa melalui dua skema afirmasi dan internasionalisasi, yakni Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Kehadiran kedua program tersebut semakin menegaskan komitmen Universitas Siliwangi sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tinggi inklusivitas, keberagaman, dan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh kalangan.

Pelantikan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 resmi dibuka dengan pidato Rektor Universitas Siliwangi,  Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa baru yang telah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi dan resmi menjadi bagian dari UNSIL. Selain itu, Prof. Aripin memperkokoh komitmen UNSIL dalam mempersiapkan diri mahasiswa baru menjadi sosok warga negara yang tidak hanya akan memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga akan dibentuk menjadi pribadi yang berkarakter, berjiwa kebangsaan, dan memiliki semangat kewirausahaan sesuai dengan Visi Universitas yaitu Menjadi Perguruan Tinggi Unggul Berwawasan Kebangsaan dan Berkarakter Wirausaha Pada Tahun 2030.

Bagi Universitas Siliwangi, penerimaan mahasiswa penerima Beasiswa ADik dan KNB bukan sekadar penambahan jalur penerimaan mahasiswa baru. Kedua program tersebut merepresentasikan komitmen universitas dalam menghadirkan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak bangsa sekaligus memperluas jejaring pendidikan internasional. Jika Beasiswa ADik membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik dari wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal Indonesia, maka Beasiswa KNB memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia melalui kehadiran mahasiswa internasional yang akan belajar, bertukar budaya, dan membangun kolaborasi akademik di Universitas Siliwangi.

Rektor Universitas Siliwangi, Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan mahasiswa baru bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal perjalanan untuk membentuk insan yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat. Mahasiswa yang resmi dilantik kini menjadi bagian dari komunitas akademik yang menjunjung tinggi keilmuan, etika, integritas, serta pengabdian kepada masyarakat. Rektor mengingatkan bahwa dunia saat ini tidak lagi hanya menilai seseorang berdasarkan asal perguruan tinggi ataupun indeks prestasi, melainkan dari kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkaya pengalaman, mengembangkan kepemimpinan, membangun kemampuan kolaborasi, dan terus bertumbuh melalui setiap tantangan yang dihadapi selama menjalani pendidikan tinggi.

“Jangan hanya berorientasi pada nilai akademik semata. Kejarlah pengalaman, bangun karakter, asah kepemimpinan, tingkatkan kemampuan berkolaborasi, dan jangan takut menghadapi tantangan maupun kegagalan,” pesan Rektor kepada mahasiswa baru.” Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menggarisbawahi komitmen Universitas Siliwangi dalam mendukung kebijakan #KampusBerdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi harus mampu melahirkan insan yang dapat menghadirkan solusi nyata melalui pembelajaran, penelitian, inovasi, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Namun demikian, Rektor mengingatkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan harus selalu diiringi dengan nilai-nilai etika. Menurutnya, kecerdasan intelektual tidak akan memberikan manfaat apabila tidak dibangun di atas fondasi integritas, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama. Oleh sebab itu, Universitas Siliwangi menempatkan etika sebagai landasan utama dalam setiap aktivitas akademik maupun nonakademik. “Ilmu pengetahuan harus melahirkan manfaat, tetapi manfaat itu hanya akan terwujud apabila dijalankan dengan integritas dan etika,” menjadi semangat yang ditekankan kepada seluruh mahasiswa baru dalam mengawali kehidupan akademiknya di Universitas Siliwangi.

Sebagai bentuk implementasi nilai tersebut, Universitas Siliwangi menerapkan zero tolerance terhadap segala bentuk kekerasan, perundungan, pelecehan seksual, diskriminasi, intoleransi, maupun pelanggaran etika akademik. Kampus diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta mampu menumbuhkan budaya saling menghargai di tengah keberagaman. Dengan dilantiknya mahasiswa baru, diharapkan mereka dapat memulai perjalanan akademik dengan semangat yang tinggi, siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan tinggi, dan siap berkontribusi nyata sebagai bagian dari #KampusBerdampak dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai identitas Kesiliwangian dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *