Fakultas Teknik Unsil Buka Jalan Beasiswa S2 dan S3 ke Taiwan

Sejauh mana mahasiswa dari Tasikmalaya bisa melangkah untuk meraih pendidikan kelas dunia? Pertanyaan ini bukan sekadar tentang jarak geografis, melainkan tentang kesempatan, keberanian, dan akses terhadap pendidikan global. Melalui Fakultas Teknik, Universitas Siliwangi (Unsil) berupaya membuka jalan agar mahasiswa dan dosennya dapat menjangkau peluang studi lanjut hingga ke luar negeri terutama Taiwan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui seminar internasional “Bridging Futures: Strengthening Indonesia–Taiwan Academic Collaboration” yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Teknik Unsil, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini mempertemukan sivitas akademika dengan informasi dan pengalaman mengenai peluang melanjutkan studi magister (S2) dan doktor (S3) di Taiwan.

Seminar menghadirkan Yanuar Haryanto, Ph.D., associate professor dari Program Studi Teknik Sipil, Universitas Jenderal Soedirman, yang juga memeliki keterlinatan akademik dan penelitian di National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan. Ia aktif berkarya di Tainan Experimental Technology Division, National Center for Research on Earthquake Engineering, Taiwan. Selain itu, ia juga merupakan research assistant di Computer Aided Structural Analysis Laboratory (CASALab), Department of Civil Engineering, National Cheng Kung University, Taiwan. Dengan rekam jejak lebih dari 30 publikasi di jurnal internasional bereputasi, Yanuar membagikan wawasan mengenai pengembangan karier akademik dan kesempatan menembus lingkungan riset internasional.

Gambar 2. Yanuar Haryanto, Ph.D., memaparkanpeluang beasiswa studi S2 dan S3 di Taiwan, sekaligus menyampaikan kuliah umum bidang struktur dalam Teknik Sipil.

Dalam pemaparannya, Yanuar menjelaskan berbagai peluang beasiswa di Taiwan khususnya National Cheng Kung University. Funding prestisius dari berbagai sumber baik Ministry of Education of Taiwan, Ministry of Foreign Affairs of Taiwan, maupun kampus-kampus top Taiwan dijelaskan sehingga membangkitkan minat peserta seminar dari mahasiswa dan dosen Fakultas Teknik sebanyak 300 orang. Selain itu, seminar internasional tersebut menghadirkan testimoni pengalaman M. Raka El Ghifari, S.T., alumni Teknik Sipil Unsil yang berhasil memperoleh beasiswa S2 di Department of Hydraulic and Ocean Engineering, NCKU, yang turut memberikan gambaran nyata bahwa lulusan perguruan tinggi daerah memiliki peluang untuk bersaing di lingkungan akademik internasional. Diskusi dipandu oleh Intan Nursikha Rahma, M.T., selaku moderator sekaligus dosen Program Studi Teknik Sipil.

Gambar 3. Antusiasme mahasiswa mengikuti seminar internasional terutama mendapatkan peluang program 3+2 (3 tahun di Unsil dan 2 tahun di Taiwan) untuk mendapatkan gelar ganda yaitu S.T. dan Master of Science.

Bagi mahasiswa dan lulusan, informasi beasiswa menjadi langkah awal untuk merencanakan masa depan pendidikan. Lebih dari bantuan pembiayaan, kesempatan studi di luar negeri dapat membuka akses terhadap fasilitas riset, jejaring akademik internasional, pertukaran pengetahuan, dan pengalaman lintas budaya. Sementara itu, bagi dosen, studi lanjut dapat memperkuat kepakaran, meningkatkan kapasitas penelitian, serta memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri.

Gambar 4. Junjun Muhamad Ramdani, Ph.D. (Kepala Pusat Kerja Sama dan Alumni, Universitas Siliwangi) menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Yanuar Haryanto, Ph.D. didampingi Andhy Romdani, Ph.D. (ketua panitia seminar internasional) bersama Intan Nursikha Rahma, M.T. (moderator)

Dekan Fakultas Teknik Unsil, Prof. Dr. Asep Andang, yang diwakili oleh Dr. Yusep Ramdani, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, menekankan pentingnya pengembangan kapasitas akademik dan perluasan wawasan internasional bagi sivitas akademika. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa dan dosen agar berani menetapkan cita-cita lebih tinggi serta mempersiapkan diri untuk mengambil peluang pendidikan global.

Bagi Unsil, kolaborasi internasional merupakan kesempatan untuk mengembangkan potensi perguruan tinggi daerah. Akses terhadap pendidikan dan riset global diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat kontribusi kampus bagi pembangunan Tasikmalaya, Priangan Timur, dan Indonesia.

Tantangannya adalah memastikan semakin banyak mahasiswa memperoleh informasi, pendampingan, dan kesiapan untuk mengakses kesempatan tersebut. Melalui inisiatif Fakultas Teknik Unsil, jalan menuju pendidikan internasional diharapkan semakin terbuka bagi generasi muda yang memiliki tekad untuk terus belajar.

Sebab, kampus daerah tidak harus membatasi cita-cita pada batas geografisnya. Dari Tasikmalaya, langkah menuju dunia dapat dimulai—dengan ilmu yang kelak diharapkan kembali membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *