Humas Unsil – Tim mahasiswa “Krekun” dari Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi berhasil meraih juara 1 pada Lomba Kreasi Olahan Pangan (LKOP) Tingkat Nasional dengan tema Pangan Lokal dalam Upaya Mencegah Stunting yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sukabumi pada Hari Rabu, (11/10/2023).
Lomba Kreasi Olahan Pangan (LKOP) dengan tema “Pangan Lokal dalam Upaya Mencegah Stunting” menjadi ajang kompetisi tingkat nasional yang diikuti oleh banyak perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Tim “Krekun” berhasil memenangkan lomba ini dengan kreasi olahan pangan yang unik dan inovatif serta konsep yang sangat relevan dengan permasalahan stunting di Indonesia.
Dalam lomba tersebut, tim mahasiswa “Krekun” mempresentasikan olahan pangan berbasis bahan-bahan lokal yang kaya akan gizi, yang dapat membantu mencegah stunting pada anak-anak. Mereka berhasil menggabungkan tradisi lokal dengan metode ilmiah dalam menciptakan solusi yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah di Indonesia.
![]() |
Tim “Krekun” meraih penghargaan juara 1 ini setelah melalui berbagai tahap kompetisi yang sangat ketat. Prestasi ini tidak hanya mengukuhkan nama baik Universitas Siliwangi di tingkat nasional tetapi juga menunjukkan komitmen para mahasiswa dalam mengatasi masalah stunting, yang masih menjadi isu serius di Indonesia.
Tim mahasiswa terdiri dari Alif Vioni, Harisma Nurfadila, dan Senita Naina Syifarahmi yang merupakan mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian di bawah bimbingan dosen Suci Apsari Pebrianti, S.T.P., M.Sc. Proposal tim mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi yang lolos seleksi LKOP mengangkat judul “Krekun (Crackers Sukun) dengan Tepung Tulang Ayam Sebagai Olahan Pangan Lokal untuk Makanan Tambahan Pencegah Stunting”. Bahan pangan lokal yang diangkat adalah sukun yang kemudian diolah menjadi tepung sukun untuk diproduksi menjadi crackers tinggi protein. Guna memperkaya kandungan gizi crackers yang dihasilkan untuk bisa dimanfaatkan sebagai pangan pencegah stunting, tim juga mengkombinasikan tepung sukun dengan tepung tulang ayam yang kaya kalsium dan fosfor yang esensial untuk pertumbuhan otot dan tulang. Penggunaan tulang ayam yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah juga mampu meningkatkan nilai tambah tulang ayam dan menjadi daya tarik sendiri untuk produk ‘Krekun’ yang diproduksi oleh tim mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi.
Tim “Krekun” diharapkan akan terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pangan lokal dan upaya mencegah stunting di Indonesia. Prestasi mereka di Lomba Kreasi Olahan Pangan Tingkat Nasional ini adalah langkah awal yang sangat positif dalam upaya mencapai tujuan tersebut.
Pewarta: Humas UNSIL


