Universitas Siliwangi dan Kemenkeu Gelar Workshop Penguatan BUMDes untuk Pembangunan Desa

Humas UNSIL – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Siliwangi (UNSIL) bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) menyelenggarakanWorkshop Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada 23 Juli 2024. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes dalam pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, dan strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. (23/7/2024)

Workshop yang berlangsung di Gedung Mandala Universitas Siliwangi ini dihadiri oleh pengelola BUMDes dari wilayah Priangan Timur, akademisi, serta pejabat dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu.

Rektor Universitas Siliwangi Dr. Ir. Nundang Busaeri, M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan desa. “BUMDes adalah motor penggerak ekonomi desa. Melalui workshop ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi desa,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari Kemenkeu dan praktisi ekonomi desa yang membahas berbagai topik strategis, antara lain:

  1. Pengelolaan Keuangan BUMDes: Menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa untuk keberlanjutan usaha.
  2. Pemanfaatan Dana Desa untuk Pengembangan Usaha: Strategi pemanfaatan dana desa secara efektif untuk mendorong pertumbuhan BUMDes.
  3. Digitalisasi BUMDes: Pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran produk lokal dan peningkatan efisiensi operasional.
  4. Studi Kasus BUMDes Berprestasi: Sharing pengalaman dari pengelola BUMDes yang telah berhasil mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Direktur Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus, dan Keistimewaan di Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, Jaka Sucipta, menegaskan bahwa pengelolaan BUMDes yang baik akan memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. “Kemenkeu siap mendukung pengembangan BUMDes melalui kebijakan pendanaan yang pro-desa serta pendampingan teknis untuk memastikan pengelolaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Salah satu peserta, Ahmad Fauzan, pengelola BUMDes dari Kecamatan Singaparna, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari workshop ini. “Kami jadi lebih paham bagaimana mengelola keuangan dengan baik, merancang strategi pemasaran, dan memanfaatkan teknologi untuk memajukan usaha desa kami,” katanya.

Workshop ini ditutup dengan diskusi panel interaktif dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Siliwangi dan Kemenkeu untuk program pendampingan BUMDes di wilayah Priangan Timur.

Universitas Siliwangi berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan BUMDes di seluruh Indonesia, sekaligus memperkokoh peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Pewarta: Humas UNSIL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *