Humas UNSIL – Universitas Siliwangi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Kelembagaan melalui Kerja Sama yang Berdampak” pada Jumat, 31 Oktober 2025, bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat, Kampus 2 Universitas Siliwangi. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Mukhammad Najib, S.TP., M.M., selaku Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, sebagai narasumber utama.
Kegiatan FGD ini dihadiri oleh para Wakil Rektor, Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI), Kepala Biro Keuangan dan Umum (BKU), Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), para Dekan, Direktur Program Pascasarjana, Kepala IPA PKKM, para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, para Kepala Bagian, serta Ketua Tim di lingkungan Universitas Siliwangi.
![]() |
Dalam sambutannya, Rektor mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Prof. Dr. Mukhammad Najib atas kesediaannya hadir di Universitas Siliwangi—satu-satunya perguruan tinggi negeri di wilayah Priangan Timur. Rektor menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki relevansi strategis dengan arah kebijakan universitas yang sedang berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan melalui kerja sama yang berdampak nyata.
Rektor menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Siliwangi telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah dan kualitas kerja sama dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah partisipasi UNSIL dalam Program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) yang diinisiasi oleh Kemdiktisaintek. Melalui program tersebut, UNSIL berpeluang menerima mahasiswa internasional dari berbagai negara berkembang, memperluas jejaring akademik, serta memperkuat peran universitas dalam diplomasi pendidikan Indonesia.
![]() |
Selain itu, Rektor juga menyampaikan bahwa Universitas Siliwangi sedang mempersiapkan pembukaan sejumlah program studi baru, antara lain Data Science, Pendidikan Seni Pertunjukan, serta beberapa program lainnya seperti Hukum, Administrasi Publik, Kedokteran, dan Peternakan yang kini sedang dalam proses pendampingan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP). Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, terutama di kawasan Priangan Timur.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor turut menginformasikan capaian terbaru universitas, yakni keberhasilan Universitas Siliwangi meraih akreditasi institusi dengan predikat “Unggul” pada Mei 2025. Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan UNSIL menuju universitas yang berdaya saing dan diakui secara nasional maupun global. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kemdiktisaintek, khususnya kepada Bapak Prof. Dr. Mukhammad Najib, yang berkenan hadir memberikan arahan dan pandangan strategis. Masukan dari kementerian akan menjadi panduan penting bagi UNSIL dalam menyusun langkah-langkah penguatan kelembagaan yang adaptif, inovatif, dan berdampak luas,” ujar Rektor.
Usai sambutan dan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Mukhammad Najib. Dalam paparannya, beliau menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam memperkuat ekonomi nasional dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, termasuk tantangan yang dihadapi dalam menjaga kualitas di tengah disrupsi dan kompetisi global.
Beliau menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar bentuk evaluasi administratif, melainkan instrumen peningkatan mutu yang menjamin kualitas pendidikan tinggi, melindungi kepentingan mahasiswa, dan mendorong perbaikan berkelanjutan. Akreditasi juga memberikan pengakuan dan kepercayaan dari masyarakat, industri, serta pemerintah terhadap reputasi perguruan tinggi.
![]() |
Dalam konteks kerja sama, beliau menggarisbawahi konsep “kerja sama berdampak”, yaitu kolaborasi lintas sektor yang menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas administratif. Kerja sama seperti ini, menurutnya, harus berorientasi pada solusi nyata, inklusif terhadap kebutuhan lokal dan nasional, serta mampu mendorong inovasi. “Kerja sama yang berdampak menjadi kunci bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, memperluas jejaring, dan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi,” tegasnya.
Lebih jauh, Prof. Najib menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan perguruan tinggi harus berlandaskan pada tiga pilar utama yang saling berkaitan. Pilar pertama adalah tata kelola yang baik (good governance), yang menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, independensi, dan keadilan dalam setiap proses pengelolaan institusi. Pilar kedua adalah pengembangan sumber daya manusia, melalui peningkatan kompetensi dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan agar memiliki kemampuan adaptif terhadap perubahan, di antaranya melalui pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan. Sementara itu, pilar ketiga adalah sistem informasi manajemen, yang berperan penting dalam mendukung efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis data. Ketiga pilar ini, menurutnya, menjadi fondasi yang harus diperkuat agar perguruan tinggi mampu bertransformasi menjadi institusi yang tangguh, profesional, dan berdaya saing di era digital.
Melalui kegiatan ini, Universitas Siliwangi berharap dapat memperkuat sinergi antarlembaga, memperluas jaringan kerja sama strategis, dan membangun tata kelola kelembagaan yang semakin adaptif dan berdampak. FGD ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Siliwangi untuk terus bertransformasi menuju universitas unggul yang berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan di tingkat regional, nasional, maupun global.
Pewarta: Humas UNSIL




