Dosen Prodi Bahasa Inggris Unsil Terpilih Ikuti Student Exchange Erasmus+ ENLIGHT di Spanyol

Humas UNSIL – Upaya penguatan internasionalisasi akademik Universitas Siliwangi (Unsil) kembali tercermin melalui partisipasi Arini Nurul Hidayati, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unsil, dalam program Student Exchange Erasmus+ yang diselenggarakan oleh ENLIGHT European University Alliance. Program ini merupakan Blended Intensive Program (BIP) bertajuk Connecting Cultures: Sustainability, Travel, Translation, and Migration, sebuah inisiatif kolaboratif antaruniversitas di Uni Eropa yang bertujuan mendorong mobilitas internasional, pembelajaran lintas disiplin, serta penyelesaian tantangan nyata masyarakat global melalui pendekatan Challenge Based Education (CBE).

Program pertukaran pelajar ini dibuka bagi mahasiswa dan peneliti di lingkungan universitas anggota Uni Eropa. Rangkaian kegiatan dimulai pada Maret 2025 secara daring, dan dilanjutkan dengan pertemuan luring pada Mei 2025 yang bertempat di Vitoria-Gasteiz, Spanyol, tepatnya di University of the Basque Country.

Arini terpilih bersama lima peserta lainnya dari University of Galway untuk mengikuti program ini. Selama kegiatan tatap muka di Spanyol, para peserta yang merupakan mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara seperti Spanyol, Belanda, Irlandia, Indonesia, Amerika, Slovakia, Jerman, Ukraina, Swiss, Nigeria, Tiongkok, Meksiko, dan negara lainnya tinggal bersama di asrama. Lingkungan multinasional ini menjadi ruang belajar yang kaya akan pertukaran budaya, perspektif, dan pengalaman akademik.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang menggunakan pendekatan Challenge Based Education (CBE), di mana peserta dibagi ke dalam kelompok lintas kampus dan lintas negara di Eropa. Setiap kelompok diberikan permasalahan nyata yang dihadapi oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk dianalisis dan dicarikan solusi secara kolaboratif.

Kelompok Arini mendapatkan Extepare Euskal Institutua sebagai stakeholder, sebuah institusi yang bergerak dalam promosi bahasa dan budaya Basque. Tantangan yang dihadapi adalah kesulitan mempromosikan bahasa Basque kepada komunitas internasional. Bersama anggota kelompok dari berbagai universitas Eropa, Arini terlibat aktif dalam diskusi, perumusan strategi, hingga penyusunan rekomendasi berbasis konteks multikultural.

Hasil kerja kelompok kemudian dipresentasikan dalam sebuah forum akademik internasional. Menurut Arini, pengalaman ini sangat berharga karena mempertemukan teori, praktik, dan realitas sosial dalam satu ruang pembelajaran kolaboratif.

Program ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin dalam menjawab tantangan global. Keikutsertaan Arini dalam program Erasmus+ ENLIGHT ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman akademik pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan jejaring internasional dan pengembangan pembelajaran inovatif di Universitas Siliwangi. “Melalui program ini, saya belajar bahwa tantangan global hanya bisa dijawab lewat kolaborasi lintas budaya. Pengalaman ini semakin meyakinkan perspektif saya sebagai akademisi,” ungkap Arini.

Pewarta: Humas UNSIL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *