Humas UNSIL – Komitmen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan eksistensi di tingkat global diwujudkan melalui keikutsertaan salah satu dosennya, Arini Nurul Hidayati, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, sebagai representasi Unsil dalam PhD Bridging Programme di University of Galway, Irlandia pada September – Desember 2019.
Keikutsertaan Arini dalam program ini bukanlah proses yang instan, melainkan hasil dari perjalanan panjang dan bertahap. Sebelumnya, Arini telah mengikuti Program Pengembangan Kompetensi Bahasa Inggris (PKBI) selama tiga bulan di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2018, kemudian dilanjutkan dengan Program Talent Scouting pada pertengahan tahun 2019. Dari rangkaian seleksi tersebut, peserta PKBI terpilih diberangkatkan oleh Kemenristekdikti untuk mengikuti PhD Bridging Programme sebagai persiapan menuju studi doktoral di luar negeri.
Program bridging ini dirancang khusus untuk membekali para dosen agar siap menghadapi tantangan studi doktoral internasional, baik dari sisi kemampuan akademik, bahasa, maupun budaya global.
Selama mengikuti program di Irlandia, Arini memperoleh berbagai pembekalan persiapan studi doktoral, meliputi perkuliahan singkat bersama para pakar pendidikan dari University of Galway, pelatihan penulisan proposal penelitian, persiapan Bahasa Inggris untuk keperluan akademik, serta latihan presentasi ilmiah yang dibimbing langsung instruktur berpengalaman dalam pengembangan akademik mahasiswa internasional di University of Galway.
Program ini diikuti oleh 10 dosen terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Universitas Siliwangi, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Riau, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Sintuwu Maroso Poso, Universitas Negeri Makassar, Universitas Pattimura, Universitas Muhammadiyah Palembang, STIKES Widyagama Husada, dan Politeknik Informatika Nasional Makassar. Selain penguatan kemampuan akademik, peserta juga memperoleh kesempatan berharga untuk bertemu langsung dengan calon supervisor di universitas tujuan. Terdapat 7 universitas yang mereka kunjungi untuk memilih calon supervisor yang tergabung dalam IU7 (Seven Irish Universities), yaitu University of Galway, University of Limerick, University of Maynooth, Dublin City University, Trinity College Dublin, dan University College Dublin.
Dalam kesempatan tersebut, Arini bertemu dengan Dr. Clíona Murray dan Dr. Manuela Heinz, yang kemudian hari menjadi supervisornya dalam studi doktoral di University of Galway.
![]() |
“Program ini benar-benar sangat bermanfaat dalam mempersiapkan saya menempuh studi doktoral di luar negeri, baik secara akademik maupun mental,” ungkap Arini.
Interaksi langsung dengan calon pembimbing memberikan gambaran nyata mengenai ekspektasi riset, budaya akademik, serta standar penelitian di universitas luar negeri, sehingga memperkuat kesiapan peserta sebelum benar-benar memulai studi doktoral.
Pengalaman mengikuti PhD Bridging Programme ini menjadi bukti bahwa kesempatan studi lanjut ke luar negeri dapat diraih melalui proses yang konsisten dan terencana. Arini berharap pengalamannya dapat menjadi motivasi bagi dosen-dosen Universitas Siliwangi lainnya untuk tidak ragu mempersiapkan diri sejak dini, mengikuti berbagai program pengembangan dosen, serta berani bermimpi melanjutkan studi hingga jenjang doktoral di luar negeri.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa dengan dukungan institusi dan kesungguhan individu, dosen Unsil memiliki potensi besar untuk berkiprah di kancah akademik internasional dan berkontribusi lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Pewarta: Humas UNSIL


