Seminar Internasional Keamanan dan Ketahanan Pangan di Tasikmalaya dan Indonesia

IMG_5193 IMG_5198 IMG_5210IMG_5259IMG_5268IMG_5271 
Kamis, 14 Agustus 2014 bertempat di Aula Gedung Rektorat Universitas Siliwangi lantai 2, Universitas Siliwangi sukses menyelenggarakan High Level Seminar ‘Towards Increased Food Safety and Food Security in Tasikmalaya and Indonesia’.
Adapun seminar ini diselenggarakan dalam rangka kunjungan Yang Mulia Sayyid Nazar Al-Said, Duta Besar Kesultanan Oman untuk Indonesia ke daerah Tasikmalaya dan melibatkan para ahli sebagai pembicara seperti Dr. Drupadi HS Dillon, Direktur SEAMEO-REFCON, Prof. Hardinsyah Ridwan, Presiden Masyarakat Pangan dan Gizi Indonesia (PERGIZI Pangan), dan Muhamad Nurudin, Sekretaris Jenderal Indonesia Aliansi Petani Indonesia (API).
Seminar ini dapat menjadi langkah awal menuju pengenalan teknologi produksi yang inovatif di Tasikmalaya untuk memodernisasi metode pertanian lokal, sekaligus dapat meningkatkan hasil, membuat tanaman menjadi lebih aman dan mengurangi food waste. Jika berhasil, hal ini dapat menjadi model jangka panjang untuk seluruh Indonesia dan ASEAN. Jika kondisi memungkinkan, Oman dapat mempertimbangkan untuk membahas investasi di bidang pertanian Indonesia dengan pihak yang berwenang.
Seminar ini diselenggarakan oleh Universitas Siliwangi, PA International Foundation dan Tasik Children Foundation untuk membantu meningkatkan pembangunan agrikultur di Tasikmalaya.
Rektor Universitas Siliwangi Prof. Dr. H. Rudi Priyadi, Ir., M.Sc. dalam sambutannya menyampaikan ” Kebijakan penanganan keamanan pangan seyogyanya diarahkan untuk menjamin tersedianya pangan segar yang aman untuk dikonsumsi agar masyarakat terhindar dari bahaya, baik karena cemaran kimia maupun mikroba yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi dan mendudkung terjaminnya pertumbuhan/perkembangan kesehatan dan kecerdasan manusia”. selain itu dia berharap dari seminar ini “masalah ketahanan pangan di Indonesia yang memilki dua dimensi kepentingan, yakni bagaimana agar masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga terjangkau dan di sisi lain bagaimana kesejahteraan petani dapat terlindungi”. Semoga.