Inovasi Produk Olahan Nira Aren di Ujung Kampung Desa Sukahurip

Dusun Palasari berada di ujung Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis yang merupakan salah satu Dusun yang dekat dengan hutan Gunung Sawal, langsung memasuki wilayah hutan Suaka Margasatwa yang dilindungi BKSDA Jawa Barat. Dusun Palasari memiliki kelompok LMDH dengan sebutan familiar ANADOPAH yang sering ikut serta perlombaan ecovillage dan mendapatkan beberapa penghargaan sampai akhirnya ANADOPAH dikenal dengan kelompok ecovillage. Banyak komoditas yang diusahakan masyarakat Dusun Palasari. Sebagian komoditas utamanya adalah padi, aren, cabai merah, cabai hijau, dan cabai rawit. Komoditas Aren sendiri merupakan komoditas yang budidayanya mengandalkan siklus alami sedangkan padi, padi, aren, cabai merah, cabai hijau, dan cabai rawit merupakan komoditas yang dibudidayakan secara sengaja dan memiliki periode tanam.
Masyarakat Dusun Palasari mayoritas memiliki pohon aren di kebunnya dan memanfaatkan nira aren untuk diolah menjadi gula cetak. Pohon aren yang disadap biasanya berasal dari kebun pribadi atau dari lahan perhutani. Tercatat sekitar 7 keluarga di Dusun Palasari melakukan aktivitas penyadapan dan pengolahan nira aren secara intens dengan 2 diantaranya memiliki skala usaha yang besar. Pemanfaatan aren sebagai komoditas lokal diolah sampai menjadi gula cetak dengan harga jual Rp. 10.000/bonjor. Produktivitas rata-rata menghasilkan gula aren sebanyak 20 bonjor per harinya. Kegiatan mengolah nira aren menjadi gula aren bisa berlangsung dengan intens selama 11 bulan dalam setahun.
A picture containing person, clothing, indoor, person  Description automatically generated
Kegiatan menyadap nira yang dilakukan oleh masyarakat sudah berusia lanjut. Belum ada pemuda yang tertarik melanjutkan tradisi penyadapan nira. Selain karena membutuhkan keahlian khusus untuk memanjat bambu yang digunakan pada pohon aren, harga jual gula aren yang telah diolah pun dinilai rendah hingga tidak ada jaminan kesejahteraaan dalam upaya penyadapan dan pengolahan aren.
Di pasaran, gula aren justru sedang marak digunakan dalam berbagai macam olahan. Baik itu sirup aren, gula cetak, maupun gula semut. Gula aren dirasa tepat menjadi alternatif konsumsi gula sehat dilihat dari indeks glikemik yang lebih rendah dari gula putih. Dalam 15 gram gula aren mengandung 14,5 gram karbohidrat; 3,6 mg fosfor; 13,5 mg kalium; 8,5 mg kalsium; 2,1 mg magnesium; 0,3 mg natrium; serta vitamin B, antioksidan dan Serat. Melalui pengolahan yang baik tanpa campuran bahan lain gula aren memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Dengan landasan inilah pada bulan juni 2020 nusa desa menginisiasi pembuatan sirup aren organik dan pembuatan gula semut dari Dusun Palasari dengan nama merek atau brand “Beleketebe”.

Pembuatan sirup aren dan gula semut dilakukan dalam upaya meningkatkan harga jual olahan nira aren. Adanya inovasi sirup aren dan gula semut yang masih memiliki banyak keterbatasan dalam pembuatannya ini diharapkan mampu menjadi solusi dari tingginya resiko kerja yang dihadapi penyadap aren namun berbanding terbalik dengan rendahnya harga jual gula cetak sebagai hasil olahan nira aren. Didukung dengan melakukan survei pasar serta studi banding kepada pengusaha sirup aren dan gula semut yang lebih besar maka selanjutnya proses inovasi produk sirup aren dilanjutkan oleh Tim KKN Salosin Universitas Siliwangi. Pada Bulan Juli 2020, terdapat dua anggota Tim KKN Salosin Universitas Siliwangi melakukan studi banding kepada pengusaha sirup aren yang ada di Desa Wandasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tassikmalaya serta pengusaha gula semut yang ada di Desa Girimukti, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya.

Pembuatan Sirup Aren di Desa Wandasari Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya

Pembuatan Gula Semut di Desa Girimukti Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya
Berbekal ilmu dan pengalaman ikut serta langsung dalam proses pembuatan sirup aren dan gula semut dari Pak Kamal seorang pengusaha aren di Desa Wandasari serta Pak Eman pengusaha aren di Desa Girimukti percobaan pembuatan sirup aren dan gula semut kembali dilakukan di Dusun Palasari. Proses pembuatan sirup aren dilengkapi dengan prakiraan tekstur dan kekentalan nira aren diketahui melalui indikator nira yang dipanaskan dimasukkan ke dalam air. Percobaan pembuatan gula semut dilakukan bersama Bu Ipah Pengolah aren di Dusun Palasari yang memiliki pemikiran terbuka dan sangat bersemangat terhadap adanya inovasi olahan produk nira aren.

Selain penguatan terhadap produksi melalui studi banding Tim KKN Salosin Universitas Siliwangi juga melakukan penguatan pemasaran melalui pameran hari jadi DEKOPINDA Kabupaten Ciamis. Pameran yang diikuti oleh UMKM lokal Kabupaten Ciamis menampilkan produk khas yang dimilikinya. Pameran tersebut didatangi oleh Bupati Kabupaten Ciamis yang tanpa disangka dan diduga memiliki ketertarikan terhadap sirup aren.

Pegembangan inovasi olahan nira aren yang diinisiasi oleh Nusa Desa kemudian dilanjutkan oleh KKN Salosin Universitas Siliwangi masih terus berlanjut. Potensi produktivitas nira yang dimiliki Dusun Palasari dilengkapi dengan kemauan yang tinggi dari penyadap aren terkait adanya inovasi membuat pihak-pihak akademisi memiliki ketertarikan untuk mendampingi pegembangan inovasi olahan nira aren. Tin PPM Dosen Pendidikan biologi Universitas Siliwangi menjadi pihak akademik yang selanjutnya menambah capaian yang signifikan untuk pengembangan inovasi olahan produk nira aren yakni berupa sirup aren dan gula semut di Dusun Palasari. Tim PPM Dosen Pendidikan Biologi mengadakan workshop atau pelatihan untuk para penyadap dan pengolah nira aren.

Melalui berbagai tahapan pengembangan serta kekayaan wawasan dan keahlian terkait pembuatan sirup aren juga gula semut dengan kelengkapan rintisan pemasarannya kini Dusun Palasari mulai memberanikan diri melangkah dengan Inovasi produk berupa sirup aren dan gula semut. Kegiatan produksi dilakukan oleh Bu Ipah sebagai koordinator aren yang merupakan anggota Yayasan Bumi Air Anadopah sebagai mitra penggerak lokal. Tim PPM Dosen Pendidikan Biologi Universitas Siliwangi ikut serta membantu melengkapi kebutuhan peralatan pembutan sirup aren berupa fiskositas, pH meter, termometer, kompan, dan saringan sebagai alat utama pendukung pembuatan sirup aren.
Gula cetak yang memiliki harga Rp. 10.000 per bonjor itu kini memiliki variasi harga jual dengan sirup aren yang memiliki harga Rp. 40.000 per kg serta gula semut yang memiliki harga Rp. 35.000 per kg. Beragam permasalahan yang ada pada industri aren Dusun Palasari tentu membutuhkan penyelesaian yang tidak sedikit. Adanya inovasi olahan produk sirup aren dan gula semut sejatinya masih menjadi langkah solusi dari berbagai tantangan dan hambatan mengenai komoditas aren sendiri. Dengan adanya inovasi olahan produk sirup aren dan gula semut diharapkan mampu menjadi jawaban dari perjuangan penyadap dalam mengambil nira dengan segala risiko kerja yang tinggi berbanding lurus dengan harga jual nira yang juga tinggi.

 

X