Humas UNSIL – Unit Pengembangan Aktivitas (UPA) Kewirausahaan Universitas Siliwangi sukses menggelar Workshop Liga Bisnis Sosial (LIBSOS) yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sosial di kalangan mahasiswa. Acara ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan yang antusias mempelajari konsep bisnis sosial dan cara menciptakan usaha yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. (30/1/2024)
Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian acara Liga Bisnis Sosial yang diadakan oleh UPA Kewirausahaan sebagai upaya membekali mahasiswa dengan keterampilan kewirausahaan yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas dan solusi bagi permasalahan sosial. Acara ini menghadirkan para pembicara yang berpengalaman di bidang bisnis sosial, termasuk praktisi wirausaha sosial dan akademisi dari mahasiswa Universitas Siliwangi.
Dalam sambutannya, Ketua UPA Kewirausahaan Universitas Siliwangi Euis Rosidah, S.E., M.Ak., M.M., menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memotivasi mahasiswa agar tidak hanya menjadi wirausahawan yang sukses, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif bagi tantangan sosial di lingkungan sekitar. “Bisnis sosial adalah salah satu cara untuk menjawab permasalahan masyarakat sambil tetap menjalankan aktivitas bisnis yang berkelanjutan. Kami berharap mahasiswa Universitas Siliwangi bisa menjadi pelopor dalam membangun usaha yang berdampak positif bagi lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
![]() |
Selama workshop, peserta mendapatkan pengetahuan dasar mengenai konsep bisnis sosial, yang melibatkan penggabungan antara misi sosial dan model bisnis yang inovatif. Para pembicara memaparkan berbagai contoh sukses dari bisnis sosial yang telah terbukti memberikan dampak nyata dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu pembicara, Rahmat Hidayat, pendiri bisnis sosial di bidang pertanian, berbagi pengalamannya dalam menciptakan usaha berbasis komunitas yang berhasil meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
“Bisnis sosial berbeda dengan bisnis konvensional. Tujuannya bukan hanya untuk memperoleh keuntungan, tetapi bagaimana kita bisa membawa manfaat bagi banyak orang. Melalui model bisnis ini, kita bisa memberdayakan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mengatasi masalah sosial yang ada,” pungkasnya.
Selain itu, dalam sesi interaktif, peserta juga diajak untuk berdiskusi dan merancang ide-ide bisnis sosial yang sesuai dengan minat dan potensi daerah masing-masing. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka dan mendapatkan bimbingan langsung dari mentor yang berpengalaman. Ide-ide ini nantinya akan dipresentasikan dan diikutsertakan dalam kompetisi Liga Bisnis Sosial, di mana ide terbaik akan mendapatkan pendanaan awal serta pendampingan untuk merealisasikan bisnis sosial tersebut.
Salah satu peserta, Anggi Permata, mahasiswa jurusan Manajemen, mengungkapkan bahwa workshop ini membuka wawasannya tentang peluang berwirausaha yang lebih bermakna dan berdampak sosial. “Saya selalu tertarik dengan dunia bisnis, tapi setelah ikut workshop ini, saya jadi lebih paham bahwa kita bisa menjalankan bisnis sekaligus membantu orang lain. Ini memotivasi saya untuk mencoba membangun usaha yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan pengumuman bahwa Liga Bisnis Sosial akan berlanjut ke tahap kompetisi, di mana peserta akan berkompetisi dalam merancang dan mempresentasikan model bisnis sosial mereka. Juara kompetisi ini akan mendapatkan bimbingan intensif dan kesempatan untuk memperluas jaringan dengan para pelaku bisnis sosial di tingkat nasional. Dengan adanya program ini, Universitas Siliwangi berharap dapat melahirkan wirausahawan muda yang tidak hanya sukses dalam dunia bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Pewarta: Humas UNSIL


