Humas UNSIL – Universitas Siliwangi dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan pembahasan kerjasama secara daring melalui kanal Zoom dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Pembahasan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Tujuan dari Nota Kesepahaman ini adalah untuk menciptakan penyelenggaraan pelayanan publik yang optimal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, serta meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan Perguruan Tinggi. Rektor Universitas Siliwangi menyatakan bahwa kerjasama ini merupakan langkah penting dalam memenuhi akreditasi dan indikator kinerja utama, serta sebagai bentuk komitmen universitas dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Siliwangi, Dr. Ir. Nundang Busaeri, M.T., IPU., ASEAN Eng., menyatakan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis bagi universitas dalam memenuhi standar akreditasi serta indikator kinerja utama. “Kerjasama ini hadir dalam rangka memenuhi akreditas juga indikator kinerja utama sehingga kami harap kehadiran Universitas Siliwangi bisa memberikan layanan yang lebih baik dan bermanfaat. Universitas Siliwangi berkeinginan melaksanakan MoU dengan Bappenas untuk ikut andil dalam menyukseskan pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.” ujar Dr. Ir. Nundang Busaeri.
![]() |
MoU ini menetapkan beberapa hal yang akan menjadi fokus kerjasama antara Universitas Siliwangi dan Bappenas, “Beberapa hal yang akan menjadi fokus MoU adalah kami akan terkait dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembang UNSIL ke depan baik Sumber Daya Manusia atau infrastuktur, melaksanakan kegiatan ilmiah antara Universitas Siliwangi dengan Bappenas, dan derivasi dari MoU yang diusulkan saat ini akan diawali Fakultas Ilmu Sosialisasi llmu Politik.” ucap Rektor Universitas Siliwangi.
Kerjasama antara Universitas Siliwangi dan Bappenas akan mencakup percepatan kemandirian desa, penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penyediaan tenaga ahli, dan pertukaran informasi dan pengetahuan. Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak serta masyarakat secara luas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Pewarta: Humas UNSIL


