Humas UNSIL – Universitas Siliwangi kembali menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop Pemetaan Bisnis dalam Meningkatkan Income Generating Unit (IGU). Kegiatan yang berlangsung 28 – 29 Mei 2024 menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Prof. Dr. Amir Machmud, SE., M.Si., dan Prof. Dr. Aam Hamdani, M.T., IPM.
Workshop yang berlangsung selama dua hari ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Keuangan, Dr. Gumilar Mulya, Drs., M.Pd., menekankan pentingnya kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kemandirian finansial universitas. Beliau berharap bahwa melalui pemetaan bisnis yang efektif, universitas dapat mengidentifikasi dan mengoptimalkan berbagai potensi bisnis yang ada.
![]() |
Prof. Dr. Amir Machmud, SE., M.Si., memulai sesi pertama dengan memberikan materi mengenai konsep dasar dan pentingnya pemetaan bisnis dalam konteks pendidikan tinggi. Dalam presentasinya, Prof. Amir menekankan bahwa universitas harus mampu mengidentifikasi potensi-potensi bisnis yang ada di lingkungan kampus. “Pemetaan bisnis yang tepat akan memandu kita dalam mengumpulkan data yang akurat mengenai potensi bisnis dari masing-masing unit di universitas. Dengan demikian, kita bisa merancang strategi yang tepat untuk mengoptimalkan income generating unit,” ujar Prof. Amir.
![]() |
Beliau juga menyampaikan bahwa dengan pemetaan yang baik, universitas dapat lebih mudah dalam mengelola sumber daya dan menciptakan peluang baru yang berpotensi meningkatkan pendapatan. Diskusi yang interaktif dengan para peserta semakin memperkaya sesi ini, di mana berbagai ide dan pengalaman dari berbagai unit di universitas diungkapkan.
Hari kedua dilanjutkan oleh Prof. Dr. Aam Hamdani, M.T., IPM yang membahas mengenai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Prof. Aam menjelaskan bahwa LSP berlisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini didirikan untuk melaksanakan kegiatan sertifikasi profesi berbasis kompetensi yang ditujukan khusus bagi mahasiswa. “LSP ini bertujuan untuk memastikan bahwa lulusan UNSIL memiliki kompetensi yang diakui secara nasional dan internasional, sehingga dapat bersaing di pasar kerja global,” jelasnya.
![]() |
Beliau juga menekankan pentingnya sertifikasi profesi dalam meningkatkan daya saing lulusan. Dengan memiliki sertifikat kompetensi, mahasiswa tidak hanya diakui keahliannya tetapi juga memiliki nilai tambah di mata perusahaan. “Ini adalah salah satu langkah strategis untuk meningkatkan reputasi universitas.” tambah Prof. Aam.
Selain itu, pada hari kedua, Prof. Amir memandu sesi pemetaan data potensi bisnis dari masing-masing unit. Sesi ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data mengenai berbagai potensi bisnis yang ada di setiap unit universitas, sehingga dapat diidentifikasi dan dioptimalkan secara efektif.
Acara FGD dan Workshop ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk implementasi pemetaan bisnis di UNSIL. Para peserta yang terdiri dari para Kepala UPA, para Sekretaris Lembaga, para Wakil Dekan, para Ketua Jurusan, Tim Kepegawaian, Tim Pengelola BMN, dan Tim Pengelola Klinik antusias berdiskusi dan berkomitmen untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dalam kegiatan di unit masing-masing.
![]() |
![]() |
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Universitas Siliwangi dapat lebih optimal dalam mengelola dan memanfaatkan potensi-potensi bisnis yang ada, sehingga dapat meningkatkan kemandirian finansial dan kesejahteraan seluruh sivitas akademika.
Pewarta: Humas UNSIL






