Humas UNSIL – Universitas Siliwangi sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Laboratorium Pendukung Pembelajaran dan Pengujian Program Revitalisasi PTN BLU yang berlangsung selama dua hari pada Kamis – Jumat, 20 – 21 Juni 2024. Acara tersebut diadakan di Ruang Rapat Rektorat Lantai 2 Universitas Siliwangi dan dihadiri oleh sejumlah tenaga pendidik dan pengelola laboratorium dari berbagai perguruan tinggi.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan hangat dari Rektor Universitas Siliwangi yang menekankan pentingnya peran laboratorium dalam mendukung tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Rektor juga mengapresiasi antusiasme peserta yang hadir dan berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas laboratorium di masing-masing institusi.
Pada hari pertama, Dr. Bambang Supriatno, M.Si., menyampaikan materi dengan tema “Struktur dan Kriteria Laboratorium Tridharma Perguruan Tinggi serta Rencana Strategis dan Peta Jalan Laboratorium”. Dalam paparannya, Dr. Bambang menekankan pentingnya laboratorium yang terstruktur dan memiliki kriteria jelas untuk mendukung kegiatan tridharma, serta pentingnya memiliki rencana strategis yang matang untuk pengembangan laboratorium di masa depan.
![]() |
![]() |
Selanjutnya, Dr. Yatti Sugiarti, M.P., mengusung tema “Manajemen Laboratorium Dasar Penunjang Pendidikan/Pembelajaran”. Dr. Yatti memberikan wawasan tentang pengelolaan laboratorium dasar yang efektif dan efisien, serta peran pentingnya dalam mendukung kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Ia juga memberikan tips praktis dalam manajemen laboratorium untuk memastikan keamanan dan kenyamanan dalam penggunaannya.
Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan materi dari Dr. Ir. Agus Solehudin, M.T., IPM., yang membawakan tema “Manajemen Laboratorium Riset Penunjang Penelitian dan Pengabdian”. Dr. Agus menekankan pentingnya laboratorium riset dalam mendukung penelitian yang berkualitas dan bagaimana mengelola laboratorium riset agar dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dr. Lili Adi Wibowo, S.Pd., S.S., M.M., kemudian memberikan materi mengenai “Model Kewirausahaan Laboratorium (Inkubator Bisnis)”. Ia menjelaskan bagaimana laboratorium dapat dikembangkan menjadi inkubator bisnis yang mampu menghasilkan produk inovatif dan bernilai ekonomi tinggi, serta strategi dalam mengelola laboratorium agar dapat berperan sebagai pusat kewirausahaan di perguruan tinggi.
Penutupan pelatihan diisi dengan sesi dari Dr. Nurfitriansyah, M.T., yang membahas tentang “Standarisasi Laboratorium dan Virtual Laboratorium”. Dalam presentasinya, Dr. Nurfitriansyah menekankan pentingnya standarisasi dalam pengelolaan laboratorium untuk memastikan kualitas dan keselamatan, serta pengenalan konsep laboratorium virtual yang dapat mendukung pembelajaran jarak jauh dan memberikan akses lebih luas kepada mahasiswa.
Dengan berakhirnya kegiatan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas laboratorium di institusi masing-masing, sehingga mampu mendukung pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat secara optimal.
Pewarta: Humas UNSIL



