Humas UNSIL – Hari keenam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025 di Universitas Siliwangi berjalan dengan lancar. Di balik kelancaran ini, ada peran penting yang diemban oleh tim medis yang siaga sejak awal ujian. Tim medis, yang terdiri dari dokter dan perawat berpengalaman, telah melakukan persiapan matang untuk memastikan bahwa setiap peserta dapat mengikuti ujian dengan aman dan nyaman.
Sejak jauh-jauh hari sebelum UTBK dimulai, tim medis telah menyusun jadwal piket untuk memastikan bahwa selalu ada tenaga medis yang siap siaga. Tim medis juga menyediakan peralatan medis penting, seperti alat pengukur tekanan darah dan termometer, untuk memantau kesehatan peserta dan panitia. “Kami juga mengajak panitia untuk memeriksakan tekanan darah mereka, karena kesehatan semua yang terlibat dalam pelaksanaan UTBK sangat penting,” ujar Novi Widiyanti, S.KM., Pj Tata Kelola Klinik UNSIL.
![]() |
Keluhan kesehatan yang umumnya ditemukan saat pelaksanaan UTBK meliputi demam, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), dyspepsia, dan alergi akibat udara dingin. Tim medis tak hanya bersiap untuk menangani peserta yang membutuhkan pertolongan pertama, tetapi juga menyediakan fasilitas pendukung seperti kursi roda untuk peserta penyandang disabilitas.
Pelaksanaan UTBK di Universitas Siliwangi tersebar di dua lokasi, yakni Kampus 1 dan Kampus 2. Untuk memastikan koordinasi berjalan efektif, masing-masing lokasi dikelola oleh Penanggung Jawab Lokasi (PJL).
![]() |
![]() |
PJL Kampus 1 dipercayakan kepada Dr. Yusep Rafiqi, S.Ag., M.M., sementara PJL Kampus 2 dipegang oleh Dr. Diana Hernawati, M.Pd. Kedua PJL ini berperan aktif mengawasi seluruh jalannya pelaksanaan UTBK di lokasi masing-masing, termasuk berkoordinasi erat dengan tim medis dalam menangani situasi darurat.
Dalam pelaksanaannya, tim medis bertugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh peserta, membagikan hand sanitizer, serta menyediakan masker bagi peserta yang mengalami keluhan batuk atau pilek. Meskipun protokol kesehatan tidak seketat masa pandemi COVID-19, kewaspadaan tetap dijaga. Setiap kejadian kesehatan yang muncul dicatat dan dilaporkan ke panitia untuk dokumentasi dan evaluasi.
Apabila ditemukan peserta yang mengalami keluhan kesehatan sebelum atau saat ujian, tim medis segera memberikan penanganan awal. Bila kondisi peserta membaik, mereka dapat melanjutkan ujian; namun jika diperlukan, peserta akan dirujuk ke klinik atau rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
![]() |
Tim medis juga mencatat setiap kejadian kesehatan yang terjadi selama ujian, termasuk keluhan yang dialami peserta dan terapi yang diberikan. Semua data ini dilaporkan kepada panitia untuk keperluan evaluasi dan pengawasan lebih lanjut.
Salah satu kasus yang ditangani tim medis pada hari keenam ini terjadi di lokasi ujian Fakultas Teknik, Gedung Labtek 1, Laboratorium Sistem Informasi Kampus UNSIL 2, Mugarsari. Peserta bernama Andrea, berusia 17 tahun, asal Banjar Patroman, mengalami keluhan sakit perut bagian bawah. Setelah dilakukan anamnesis lebih lanjut, diketahui Andrea sedang berada pada hari kedua masa haid.
![]() |
![]() |
Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital menunjukkan tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 90 kali per menit, frekuensi napas 20 kali per menit, dan suhu tubuh 36°C. Berdasarkan gejala yang ada, tim medis mendiagnosa Andrea mengalami dismenore (nyeri haid). Untuk penanganan awal, Andrea diberikan terapi berupa Spasminal tablet, diminum 2 kali sehari setelah makan. Setelah mendapatkan terapi, kondisi Andrea membaik dan dapat kembali melanjutkan ujiannya.
Dengan persiapan yang matang dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, tim medis Universitas Siliwangi siap memberikan dukungan penuh untuk kelancaran UTBK 2025. Melalui koordinasi yang baik dan perhatian terhadap kesehatan peserta, diharapkan semua peserta dapat menjalani ujian dengan kondisi terbaik mereka, sehingga UTBK kali ini bisa berjalan dengan sukses dan aman.
Pewarta: Humas UNSIL







